Air Putih Seputih Hatiku ^^

Hai berjumpa lagi Mama-Mama cantik. Hari ini kita akan membahas mengenai air putih. Kita pasti suka minum air putih, benar tidak? (Bilang saja iya. haha)….

Selesai makan, kita pasti minum. Ibaratnya ada awan, ada matahari. Ada makan, ada minum.

So sweet Mama……

Makan dan minum adalah kebutuhan pokok untuk terus bertahan hidup. Terasa kurang lengkap rasanya kalau sehabis makan tidak minum. Namun, ada mitos lho yang mengatakan kalau minum sehabis makan bisa bikin sistem pencernaan jadi sakit. Apa benar, tidak dianjurkan minum segera setelah makan? Seberapa penting minum air sehabis makan?

Air putih melancarkan sistem kerja pencernaan

Tidak benar jika minum air setelah makan bisa membuat pencernaan jadi sakit. Justru minum air putih selama atau setelah makan sebenarnya membantu pencernaan bekerja dengan baik. Minum air setelah makan juga terbilang penting untuk kesehatan.

Proses pencernaan yang dimulai dari mulut Anda, di mana air yang masuk tersebut membantu memecah dan melembutkan makanan sehingga tubuh bisa menyerap nutrisi dengan baik. Selain itu air juga bisa melembutkan feses, sehingga bisa membantu Anda mencegah sembelit (susah BAB).

Minum air bisa membantu pengendalian asupan kalori

Minum air putih setelah makan bisa memperbaiki pencernaan Anda. Lalu, mengonsumsi air saat ataupun setelah makan dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Misalnya, jika Anda sedang membatasi asupan kalori supaya bisa turun berat badan, Anda mungkin masih merasa lapar setelah makan.

Minum segelas air besar setelah makan menciptakan rasa kenyang, yang bisa membantu mencegah hasrat untuk mendapatkan lebih banyak makanan. Minum air putih sebelum dan selama makan juga memberikan rasa kenyang dan membantu Anda menjaga asupan kalori Anda tetap rendah.

Ini ada yang beda ni Mama, jangan minum air putih setelah konsumsi makanan pedas

Meski minum air saat dan sesudah makan terbilang penting, namun ada beberapa hal yang harus dihindari. Anda harus menghindari minum air sehabis mengonsumsi makanan pedas.

Mengapa? Mengapa? Mengapa?¬† (Mama bertanya dengan serius nich…)

 

Makanan pedas yang mengandung cabai, lada, paprika, atau merica yang mengandung senyawa khusus yang disebut capsaicin, terbukti dapat menghasilkan sensasi terbakar setelah terpapar jaringan di dalam tubuh manusia.

Saat Anda makan makanan pedas, reseptor rasa sakit (TRPVI, reseptor yang sama yang bertanggung jawab untuk membantu Anda mengetahui bahwa makanan terlalu asam atau panas) bisa memicu tubuh mengikat molekul capsaicin. Hal ini akan menyampaikan sinyal ke otak, bahwa Anda telah memakan sesuatu yang mengandung racun dan berbahaya untuk tubuh.

Terlebih lagi, sinyal nyeri atau bisa dibilang kepedasan akan menjadi lebih parah dirasakan, tergantung pada jumlah capsaicin yang ditemukan dalam makanan Anda. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa setelah makan makanan pedas, mata Anda bisa seolah menangis mengeluarkan air, hidung menjadi ingusan, dan tubuhpun berkeringat. Capsaicin memiliki molekul non-polar dan hanya bisa larut dengan molekul serupa lainnya. Karena air memiliki molekul polar, air pun tidak memiliki efek pendingin untuk tubuh yang sedang merasakan kepedasan.

Anda sebaiknya minum susu atau minuman yang rasanya asam, seperti jus jeruk atau perasan air lemon. Susu dan minuman yang asam lebih baik untuk menghilangkan rasa pedas yang tersisa di mulut.

 

Sekarang Mama sudah paham kan manfaat air putih? Ayo minum air putih, Mama. Muachhhhhh…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *